Archive for May, 2010

Murid baru tidak dibebani uang bangunan

Monday, May 31st, 2010

Begitulah sesumbar salah satu SD-SMP-SMA swasta di Pangkalpinang ini. Yang negeri malu dong ah....

Permalink | Leave a comment  »

Menjelang malam

Saturday, May 29th, 2010

Suatu sore di sekitaran pelabuhan Pangkalbalam

See and download the full gallery on posterous

Permalink | Leave a comment  »

Diproteksi: Blingsatan

Saturday, May 29th, 2010

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:



Tidak ganteng lagi?

Friday, May 28th, 2010

mas Fahmi rupanya bukan lagi "si mas ganteng" :D

Permalink | Leave a comment  »

Ihat-ihat

Friday, May 28th, 2010

Belok kiri langsung ihat-ihat

Permalink | Leave a comment  »

Main Pacman di laman depan Google

Saturday, May 22nd, 2010

Ada yang berbeda dengan Google hari ini. Meneruskan kebiasaan membuat logo unik di hari-hari istimewa, hari ini Google mengganti logonya dengan versi Javascript dari videogame Pacman.

Google doodle for Pacman 30th anniversary

Awesome :mrgreen:


A witty advice

Saturday, May 22nd, 2010

My netbook webcam doesn’t work properly on BlankOn Nanggar. It can capture images, but it will be displayed upside down. After several hours googling, I finally get some sure workaround to solve this problem.

*Try holding your computer upside-down*. Dead simple, no? :)


Even though I already used the libv4l library, the webcam still displaying images upside-down. Maybe the webcam still haven’t been included on libv4l table on Nanggar release.

Well, it’s not like I badly need to use the webcam. But I do hope it’ll be fixed on the next BlankOn release. Maybe it’s already fixed on Ubuntu 10.04.

Menjelang pagi

Thursday, May 20th, 2010

Permalink | Leave a comment  »

Reunion

Tuesday, May 18th, 2010

Beberapa hari yang lalu saya bertemu seorang kawan lama. Dia menyapa saya dengan nama depan saya, “Hei ******.” Saya menyapa balik “Hai, bung.” Sengaja tidak menyebut nama, karena saya benar-benar lupa siapa dia. Tidak sopan? Lha habis gimana, wajahnya sama sekali tidak saya kenali.

Bukan sekali ini saja saya mengalami kejadian begini. Sering. Kalau ketemu kawan lama, dan saya ndak ingat siapa dia, biasanya saya terlalu gengsi untuk menanyakan namanya. Masih mending kalau di awal obrolan si teman bilang “Ini aku lho, [nama-kawan]“. Tapi kalau sudah ngobrol ngalor-ngidul, dan saya terus-terusan memanggil “bung” atau “non”, si kawan barulah sadar kalau saya tidak mengenali dia, dan bertanya “Kamu ndak ingat ya, saya ini siapa? [nama-kawan]“. Oalaaaaah, kamu toh….

Memang sebagian besar membuat pangling. Yang dulunya berwajah bulat lucu, sekarang sudah persegi brewokan. Yang dulunya kulitnya sawo matang, sekarang putih mulus bak model. Yang dulunya pendek gempal menjurus gemuk, sekarang tinggi berotot. Yang dulunya penampilan preman, sekarang kemana-mana pakai baju koko. Yang dulunya urakan dan doyan pakai celana panjang jeans baggy sobek-sobek, sekarang jadi ibu-ibu kalem berjilbab, dan pakai rok panjang! Gimana saya ndak merasa asing, coba?

Yang bikin saya tidak habis pikir, mereka kok bisa mengenali saya dalam sekejap? Ini pertanda buruk. Karena berarti, dari dulu ternyata kadar ketidakgantengan saya tidak berkurang juga….


Puntung ukuran XXL

Monday, May 17th, 2010

Tunggul tinggi hitam ini tadinya pohon akasia peneduh jalan. Bagi saya terlihat seperti puntung korek api ukuran jumbo.

Entah apa alasannya petugas tidak menebang pohon ini setelah dipangkas, tapi justru membakarnya. Selama berhari-hari, batang pohon ini membara merah, lalu apinya padam, batang mendingin. Yang tersisa tunggul ini.

Dan itu kejadiannya sudah berbulan-bulan yang lalu. Sampai sekarang tunggul ini masih tegak berdiri, tak diusik lagi oleh petugas DKK.

Kenapa pohon ini dipangkas petugas? Karena perannya (dan pohon-pohon peneduh lainnya) akan digantikan oleh pohon rambutan. Serius. We got rambutanisasi here on Pangkalpinang.

Permalink | Leave a comment  »