Archive for the ‘Willy Permana's computer stuff’ Category

Source list Ombilin

Wednesday, August 25th, 2010

Seingat saya, para dedengkot BlankOn di milis bilang kalau tidak ada repo extras dan extras-restricted untuk ombilin-updates dan ombilin-security. Jadi saya mesti mengedit /etc/apt/sources.list yang tadinya berisi

deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon ombilin main restricted extras extras-restricted

deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon ombilin-updates main restricted extras extras-restricted

deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon ombilin-security main restricted extras extras-restricted

menjadi

deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon ombilin main restricted extras extras-restricted

deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon ombilin-updates main restricted

deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon ombilin-security main restricted

Ini juga saya edit gara-garau mau install wine. Kalau ndak begitu bakal saya biarin itu sources list apa adanya :D .

Update: Ah, rupanya ada repo extras dan extras-restricted untuk ombilin-updates. Dengan demikian sources list yang benar mestinya seperti ini

deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon ombilin main restricted extras extras-restricted

deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon ombilin-updates main restricted extras extras-restricted

deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon ombilin-security main restricted


I need title, not username

Friday, August 13th, 2010

Sudah capek-capek mengutak-atik templat planetplanet untuk Planet Bumi, rupanya masih ada saja setelan yang ngaco. Perhatikan tangkapan layar berikut.

Kode sumber untuk judul entri tersebut pada berkas index.html.tmpl adalah <TMPL_IF title><TMPL_VAR title></TMPL_IF>. Jadi mestinya yang muncul adalah tulisan “Mencoba Ombilin“. Tapi mengapa malah username saya di WordPress.com yang muncul?

Penggalan kode di atas, sejauh yang saya pahami, adalah membaca tag <title> dari berkas XML web feed, baik Atom maupun RSS(1 & 2). Dan memang berfungsi dengan benar terhadap feed RSS2 dari Posterous maupun dari WordPress di hostingan sendiri. Tapi kok ya salah membaca feed RSS2 dari WordPress.com?

Saya (agak sok tahu) mencoba berbagai variasi kode; <TMPL_VAR item.title>, <TMPL_VAR item_title>, <TMPL_VAR channel_item_title>, dll. Tentu saja tak satupun yang berfungsi :P . Hampir putus asa dan membiarkan apa adanya, saya mencoba melihat kembali struktur XML feed RSS2 dari WordPress.com.

Ealah rupanya title muncul dua kali di tiap <item>.
<title>Mencoba Ombilin</title>
.
.
.
<media:title type="html">mwillypermana</media:title>

Entah kenapa yang dibaca justru title yang kedua. Dan ini tidak bisa diapa-apakan. Apa akal?

Setelah mencari-cari di laman Support, rupanya WordPress juga menyediakan feed Atom, yang bisa diakses lewat http://urlblog.wordpress.com/feed/atom. Sebagai contoh, feed Atom untuk blog ini berarti ada di http://willypermana.wordpress.com/feed/atom. Nah, feed Atom ini untungnya hanya menampilkan tag <title> satu kali untuk tiap <item>. Dengan demikian, saya bisa menggunakan feed Atom ini untuk memasok entri ke Planet Bumi.

Tampilannya pun sekarang sudah beres.


Mencoba Ombilin

Sunday, August 8th, 2010

Berbekal sebuah flashdrive oleh-oleh dari Blankonf #2 yang sudah diisikan LiveUSB Blankon Ombilin (matur nuwun, panitia Blankonf #2), saya mencoba memasang Ombilin di netbook Axioo Pico saya. Ombilin ini saya maksudkan untuk menggantikan Nanggar yang sudah lama tidak saya sentuh sejak saya memasang Ubuntu 10.04 di netbook ini. Sebelumnya saya sudah pernah mencoba memasang Ombilin dengan LiveUSB buatan sendiri, sayang berkas .iso yang saya gunakan rupanya corrupt :P .

Proses instalasi berjalan biasa, tinggal klak-klik. Ombilin saya tempatkan di bekas partisi Nanggar. Setelah instalasi selesai dan reboot, opsi Lucid dan XP (!) ternyata tidak muncul di menu GRUB. Untuk memunculkannya, saya mengetikkan perintah ini di gnome-terminal (setelah masuk desktop, tentunya)

sudo grub-mkconfig
sudo update-grub

Seperti dinyatakan di laman catatan rilis Ombilin, Blankon Ombilin disertai dengan Chromium dan Exaile. Mantap lah. Cuma kok ya Totem masih disertakan? Jadi saya install VLC dulu, juga sederet-panjang-paket-lainnya-yang-nggak-tahu-nantinya-akan-saya-pake-atau-ndak. Tapi saya malah lupa install Cheese, jadi saya belum bisa tes webcam netbook ini, apa tampilannya masih terbolak atau sudah normal. (*update*: rupanya masih terbolak)

Omong-omong tentang webcam, ada perbaikan dukungan Blankon terhadap hardware. Touchpad Pico saya sekarang sudah berfungsi baik di Ombilin (BANZAI!). Tinggal tombol Fn+F1-F12 yang belum berfungsi, belum sempat cari-cari setelan layoutnya yang bagaimana. Yah sudahlah, toh di XP jarang saya pakai juga. Kalau wifi sih berfungsi sempurna, seperti halnya di Nanggar.

Penilaian secara umum, Ombilin memang menyenangkan :D . Kudos to the developers.


I’m attending Blankonf #2 !

Thursday, July 29th, 2010

http://konf.blankonlinux.or.id/


World Cup ala Niwat0ri

Wednesday, July 7th, 2010

Iya, Niwat0ri si ayam gendut itu, yang kemarin baru rilis buku komik “Why Did The Chicken Browse The Social Media” itu. Dia baru rilis komik lagi, kali ini tentang World Cup 2010.

Kalau Sir Alex pernah bilang “Football. Bloody hell”, saya juga tak ragu menyebut “Chickenstrip World Cup Edition. Bloody crazy” :D .

*postingankilatkarenaterlalusibukngakak*


Catatan pasca parade 1000 laptop

Sunday, July 4th, 2010

Sedikit catatan mengenai parade 1000 laptop di Lapangan Merdeka, 22 Juni 2010 yang lalu.

Meski parade ini salah satu acara utamanya (yaitu menjawab tes online via laptop secara massal) tidak berjalan baik, penyelenggara enggan mengakui bahwa parade laptop ini gagal. Alasannya? Sudah bisa koneksi internet kok. Apalagi sudah ada penghargaan dari MURI, berarti tidak gagal kan.

Ya okelah, kalau kriteria sukses acara ini adalah yang penting bisa internetan massal. Tapi kok mau mengulang acara ini lagi? Saya baca di koran, katanya karena yang penting dalam parade laptop ini para peserta bisa melakukan i-test. Lho, berarti acara yang kemarin itu tidak suks…ah, sudahlah. Capek nulisnya. Lebih baik mereka-reka aspek teknis (halah) kenapa i-test massal kemarin itu tidak berjalan lancar.

Kalau baca di koran, penyelenggara melempar kesalahan kepada Telkom sebagai partner. Tuduhannya: bandwidth yang disediakan kurang besar, cuma 32 MBps. Pembelaan dari Telkom: pertama, alat AP khusus terlambat didatangkan dari Malaysia sehingga terpaksa pakai AP biasa, kedua, peserta parade laptop menghabiskan bandwith yang disediakan untuk download serta mengakses Facebook.

Mana yang benar? Entahlah. Tapi cerita berikut ini benar adanya. Pengamatan saya pagi harinya langsung di tempat, panitia menyediakan tak kurang dari 6 Access Points. Itu menurut pantauan Lucid Lynx yang terinstall di netbuk saya. Sayangnya, tidak satupun dari AP itu yang memberi IP address yang mantap. Seorang rekan guru yang kebetulan saya temui di acara tersebut memberitahu bahwa bahkan di gladi resik sehari sebelumnya, sedikit sekali peserta yang bisa mendapatkan koneksi dari AP yang disediakan (Dia bahkan berseloroh, daripada sok-sokan pakai DHCP lewat wireless, mendingan peserta masing-masing diberi jatah satu IP statis dan satu ujung kabel UTP). Jadi ya boleh buat, sebagian peserta terpaksa menggunakan modem USB milik pribadi untuk mengakses website i-test (Belakangan saya dengar bisik-bisik beberapa orangtua siswa datang mengantarkan modem kepada anaknya yang sedang ikut acara parade).

Mengenai peserta yang menggunakan akses Internet untuk membuka situs lain selain situs i-test, ini menurut saya juga mestinya tidak perlu terjadi. Kan aksesnya bisa diblokir, pakai squid atau iptables atau apa kek…

Sudah menggunakan modem pribadi, tapi kenapa para peserta masih kesulitan mengakses website i-test? Curiganya saya sih, ini karena keterbatasan bandwidth situs i-test. Ketika 1600-a laptop serentak mengakses situs i-tes ini, saya tidak heran kalau traffic-nya melebihi jatah dari hostingan. Lha biasanya dia cuma menerima permintaan data dari satu sekolah kok. Ah, saya lupa cerita, situs i-test ini katanya dibuat oleh sebuah perusahaan IT, yang sebelumnya sudah bekerjasama dengan salah satu SD RSBI di Pangkalpinang untuk menerapkan BEST Education System (Smell something fishy here? hehehe…).

Padahal kalau cuma mau sok-sokan tes online, mestinya ada solusi lain yang lebih mudah. Instalasi situs i-test di jaringan lokal, mungkin? Lebih gampang troubleshootingnya daripada berharap server di Jawa sana tetap baik-baik saja walau ditimpa beban rekues data segaban. Resikonya paling-paling web-app ini ditiru orang, atau lebih buruk lagi, dipakai sekolah lain tanpa bayar hehehe (saya ndak yakin juga ini bisa terjadi, mengingat SDM lokal yang … ehem).

Masalah lain yang tidak saya duga akan saya lihat adalah kurangnya tempat colokan listrik (ini betulnya namanya apa sih?). Saya sempat menyaksikan beberapa siswa SMA hilir mudik gerilya mencari tempat colokan untuk mengisi ulang baterai laptop. Malah ada saya dengar seorang guru bilang begini ke muridnya, “Sudahlah kalau ndak ketemu, kamu duduk saja, kalau nanti baterainya habis kamu di situ saja sampai acaranya selesai”. Rekan saya yang diceritakan di atas jauh lebih siap “Kemarin waktu gladi resik aku lihat colokannya bakal kurang, jadi kami bawa beberapa colokan dan cable extension* dari sekolah”.

Konon parade laptop ini mau diulang lagi pada bulan Juli ini. Ya moga-moga tidak mengulangi kesalahan acara parade laptop kemarin itu.

Ada analisa lain dari para pembaca yang budiman? :D

NB. Cable extension? Itu lho, colokan yang bundar, ada 3-4 lubang untuk menancapkan steker dan kabelnya bisa digulung dalam tempat colokan. Ndak tahu nama benernya apa :D


Lekhonee di Lucid Lynx

Tuesday, June 29th, 2010

Blogging client untuk WordPress yang biasa saya gunakan di Linux adalah Lekhonee. Walau sederhana, tapi cukuplah untuk kebutuhan saya. Sayangnya, Lekhonee tidak bisa langsung diinstall di Ubuntu 10.04, karena belum tersedianya dependensi python-gtkhtml2 di repositori resmi.

Solusinya mudah saja, cukup ambil dan install paket python-gtkhtml dari repositori Ubuntu 9.10, baru install Lekhonee.

wget http://kambing.vlsm.org/ubuntu/pool/main/g/gnome-python-extras/python-gtkhtml2_2.25.3-3ubuntu1_i386.deb
sudo dpkg -i python-gtkhtml2_2.25.3-3ubuntu1_i386.deb
sudo apt-get install lekhonee


Thunderbird 3

Saturday, June 26th, 2010

Meski sudah diluncurkan sejak Desember tahun lalu, baru kemarin saya mencoba Thunderbird 3 (keasikan pakai Evolution sih). Sugoiii, keren deh. Sekarang sudah bisa menampilkan threading, cocok buat ngikutin diskusi di milis. Saya juga menyukai layout versi wide-nya. And look, Thunderbird juga otomatis membuat folder yang sama persis dengan yang saya buat di GMail.


Cara nubi memperbaiki tampilan webcam yang terbalik

Sunday, June 6th, 2010

Meski sudah apgret ke Lucid Lynx, webcam pada netbuk Pico saya masih menampilkan gambar yang terbalik. Katanya sih memang dari sononya begitu. Cara mengatasinya kalau ndak memegang netbuk terbalik, ya beli laptop beneran, yang webcam-nya ndak bermasalah dengan modul libv4l.

ala kalong, begitu

Sebenarnya tampilan webcam bisa diakali kok, dengan effect di Cheese. Cukup aktifkan efek Vertical flip dan Horizontal flip

…dan beginilah hasilnya.


Main Pacman di laman depan Google

Saturday, May 22nd, 2010

Ada yang berbeda dengan Google hari ini. Meneruskan kebiasaan membuat logo unik di hari-hari istimewa, hari ini Google mengganti logonya dengan versi Javascript dari videogame Pacman.

Google doodle for Pacman 30th anniversary

Awesome :mrgreen: