I’m attending Blankonf #2 !

July 29th, 2010

http://konf.blankonlinux.or.id/


Cairo-dock is THE dock!

July 28th, 2010

It doesn’t need Compiz, got minimal resource usage, no-OpenGL mode, and has several nifty widgets. It’s essentially giving you flashy stuff without sacrificing performance.

What else you could ask? :)

Rebutan colokan

July 23rd, 2010

First come, first serve a.k.a yang datang telat silakan meratapi
indikator baterai laptop :P

Permalink | Leave a comment  »

World Cup ala Niwat0ri

July 7th, 2010

Iya, Niwat0ri si ayam gendut itu, yang kemarin baru rilis buku komik “Why Did The Chicken Browse The Social Media” itu. Dia baru rilis komik lagi, kali ini tentang World Cup 2010.

Kalau Sir Alex pernah bilang “Football. Bloody hell”, saya juga tak ragu menyebut “Chickenstrip World Cup Edition. Bloody crazy” :D .

*postingankilatkarenaterlalusibukngakak*


Museum Timah

July 6th, 2010

Konon satu-satunya di Indonesia. Saya sendiri belum pernah
mengunjunginya.

Permalink | Leave a comment  »

Sekem dunia maya

July 5th, 2010

Barusan baca cerita pak Amal soal usaha penipuan via Internet. Yang punya akun e-mail mestinya sudah lazim mengalami ini; tiba-tiba orang tak dikenal mengabarkan kita mendapat rezeki nomplok, entah menang undian, warisan dari kerabat jauh, atau kongkalikong melawan “sanak famili” yang jahat. Dalam dollar, bukan rupiah.

Dari sekian motif di atas, saya pikir yang tidak mempan bagi orang Indonesia adalah “warisan dari kerabat jauh”. Habisnya rata-rata orang Indonesia kenal sanak famili hingga 5-6 lapis mendatar. Misal, anak sepupunya istri paman kakek? Ya, si Bejo. Jadi kalau seorang pejabat bank Ghana bilang ada rekening berisi $20,000,000 milik saudara yang tewas waktu tsunami Aceh kemarin, orang Indonesia biasanya sudah cium bau-bau tak beres. Kalau motif lainnya saya ndak ngerti, tapi kalau urusan duit banyak, dollar pula, biasanya mata langsung ijo dan akal sehat berhenti berputar.

Makanya wawasan mesti terbuka, biar ndak kena tipu-tipu begitu. Model Nigerian scam ini bukan hanya menguras duit, salah-salah nyawa juga bisa melayang.


Catatan pasca parade 1000 laptop

July 4th, 2010

Sedikit catatan mengenai parade 1000 laptop di Lapangan Merdeka, 22 Juni 2010 yang lalu.

Meski parade ini salah satu acara utamanya (yaitu menjawab tes online via laptop secara massal) tidak berjalan baik, penyelenggara enggan mengakui bahwa parade laptop ini gagal. Alasannya? Sudah bisa koneksi internet kok. Apalagi sudah ada penghargaan dari MURI, berarti tidak gagal kan.

Ya okelah, kalau kriteria sukses acara ini adalah yang penting bisa internetan massal. Tapi kok mau mengulang acara ini lagi? Saya baca di koran, katanya karena yang penting dalam parade laptop ini para peserta bisa melakukan i-test. Lho, berarti acara yang kemarin itu tidak suks…ah, sudahlah. Capek nulisnya. Lebih baik mereka-reka aspek teknis (halah) kenapa i-test massal kemarin itu tidak berjalan lancar.

Kalau baca di koran, penyelenggara melempar kesalahan kepada Telkom sebagai partner. Tuduhannya: bandwidth yang disediakan kurang besar, cuma 32 MBps. Pembelaan dari Telkom: pertama, alat AP khusus terlambat didatangkan dari Malaysia sehingga terpaksa pakai AP biasa, kedua, peserta parade laptop menghabiskan bandwith yang disediakan untuk download serta mengakses Facebook.

Mana yang benar? Entahlah. Tapi cerita berikut ini benar adanya. Pengamatan saya pagi harinya langsung di tempat, panitia menyediakan tak kurang dari 6 Access Points. Itu menurut pantauan Lucid Lynx yang terinstall di netbuk saya. Sayangnya, tidak satupun dari AP itu yang memberi IP address yang mantap. Seorang rekan guru yang kebetulan saya temui di acara tersebut memberitahu bahwa bahkan di gladi resik sehari sebelumnya, sedikit sekali peserta yang bisa mendapatkan koneksi dari AP yang disediakan (Dia bahkan berseloroh, daripada sok-sokan pakai DHCP lewat wireless, mendingan peserta masing-masing diberi jatah satu IP statis dan satu ujung kabel UTP). Jadi ya boleh buat, sebagian peserta terpaksa menggunakan modem USB milik pribadi untuk mengakses website i-test (Belakangan saya dengar bisik-bisik beberapa orangtua siswa datang mengantarkan modem kepada anaknya yang sedang ikut acara parade).

Mengenai peserta yang menggunakan akses Internet untuk membuka situs lain selain situs i-test, ini menurut saya juga mestinya tidak perlu terjadi. Kan aksesnya bisa diblokir, pakai squid atau iptables atau apa kek…

Sudah menggunakan modem pribadi, tapi kenapa para peserta masih kesulitan mengakses website i-test? Curiganya saya sih, ini karena keterbatasan bandwidth situs i-test. Ketika 1600-a laptop serentak mengakses situs i-tes ini, saya tidak heran kalau traffic-nya melebihi jatah dari hostingan. Lha biasanya dia cuma menerima permintaan data dari satu sekolah kok. Ah, saya lupa cerita, situs i-test ini katanya dibuat oleh sebuah perusahaan IT, yang sebelumnya sudah bekerjasama dengan salah satu SD RSBI di Pangkalpinang untuk menerapkan BEST Education System (Smell something fishy here? hehehe…).

Padahal kalau cuma mau sok-sokan tes online, mestinya ada solusi lain yang lebih mudah. Instalasi situs i-test di jaringan lokal, mungkin? Lebih gampang troubleshootingnya daripada berharap server di Jawa sana tetap baik-baik saja walau ditimpa beban rekues data segaban. Resikonya paling-paling web-app ini ditiru orang, atau lebih buruk lagi, dipakai sekolah lain tanpa bayar hehehe (saya ndak yakin juga ini bisa terjadi, mengingat SDM lokal yang … ehem).

Masalah lain yang tidak saya duga akan saya lihat adalah kurangnya tempat colokan listrik (ini betulnya namanya apa sih?). Saya sempat menyaksikan beberapa siswa SMA hilir mudik gerilya mencari tempat colokan untuk mengisi ulang baterai laptop. Malah ada saya dengar seorang guru bilang begini ke muridnya, “Sudahlah kalau ndak ketemu, kamu duduk saja, kalau nanti baterainya habis kamu di situ saja sampai acaranya selesai”. Rekan saya yang diceritakan di atas jauh lebih siap “Kemarin waktu gladi resik aku lihat colokannya bakal kurang, jadi kami bawa beberapa colokan dan cable extension* dari sekolah”.

Konon parade laptop ini mau diulang lagi pada bulan Juli ini. Ya moga-moga tidak mengulangi kesalahan acara parade laptop kemarin itu.

Ada analisa lain dari para pembaca yang budiman? :D

NB. Cable extension? Itu lho, colokan yang bundar, ada 3-4 lubang untuk menancapkan steker dan kabelnya bisa digulung dalam tempat colokan. Ndak tahu nama benernya apa :D


RTT mengenaskan

July 1st, 2010

Sampai 50000-an ms begitu. Tapi gretongan ya nrimo saja :P

Permalink | Leave a comment  »

Jeruk, bukan orange

June 30th, 2010

Soal jeruk lokal, saya lebih suka yang warna kulitnya masih hijau. Biasanya rasanya masih asam manis, menyegarkan. Tapi kalau tidak beruntung bisa dapat yang benar-benar asam tanpa ada manis-manisnya :P

Permalink | Leave a comment  »

Lekhonee on Lucid Lynx

June 29th, 2010

After installing python-gtkhtml2 from Karmic repository, now I can install Lekhonee on my netbook. Don’t really have to install it from source, I just have to fetch it’s .deb packages from repository.

Lekhonee is still as simple as when I used it on Blankon Nanggar. At least it worked well. It fetch categories I used on this blog, and I can put tags too. gnome-blog didn’t offer those features.

I hope Lekhonee would get more features on the future, such as ability to save local draft and more formatting option (code, blockquote, etc).

The post is brought to you by lekhonee v0.7